Kenapa sich nggak begini ,.. kenapa sich nggak begitu ,…

Written by Wim Kadaryono on December 12, 2009 – 11:22 pm -


Sungguh tidak nyaman berdampingan dengan penggerutu.

 

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in cara pikir | No Comments »

Repot kata orang banyak kalau berteman dengan dia.

Written by Wim Kadaryono on December 12, 2009 – 11:19 pm -


Ketika kita telah dinilai berpredikat kikir, kita akan dijauhi teman.

 

Ketika kita telah dijauhi teman maka berkuranglah rejeki kita.

 

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in cara pikir | No Comments »

Menyesuaikan diri juga perlu latihan.

Written by Wim Kadaryono on December 12, 2009 – 11:13 pm -


Hari pertama pertemuanku dengan Si Amin menyampaikan padaku begini :

 

Hasan itu terlalu diam untukku, kalau Minah terlalu cerewet.

 

Abidin terlalu hormat padaku kalau Sudin terlalu acuh,

 

Monika terlalu pandai untukku kalau Mona terlalu bodoh.

 

 

Tujuh hari berturut-turut aku bersama si Amin dan mendengar cerita yang senada, menceritakan nggak ada orang yang “pas” untuknya.

 

Pada akhir hari ke tujuh itu aku menyampaikan pada si Amin :

 

 

Dari pada kamu stress lebih baik kamu yang mulai belajar menyesuaikan diri.

 

 

Jawab si Amin marah : pak Wim nggak tau perasaan saya… Bapak nggak mau mengerti saya ,.. Bapak mikir orang lain nggak mau membantu saya.

 

 

‘Sudah sudah sudah’  , jawabku aku akan menyesuaikan diri dengan tidak selalu mendengarkan ceritamu agar aku nggak stres.

 

Wim Kadaryono

 

 


Tags:
Posted in Berbagi Pengalaman | No Comments »

Selalu terlambat

Written by Wim Kadaryono on December 4, 2009 – 9:40 am -


Seseorang yang salalu datang terlambat, bisa ditebak bahwa dia kesulitan management waktu , atau dia bekerja diluar kemampuannya .

Kalau ybs sadar tentang hal ini dan tidak memperbaikinya,. maka dia bermaksud lain , yaitu dia ingin diberi predikat “Orang Sibuk”.

 

 

 

Wim Kadaryono

 


Tags:
Posted in cara pikir | No Comments »