Pesan universal.

Written by Wim Kadaryono on November 23, 2009 – 9:35 pm -


Apapun agamamu , apapun keyakinanmu, apapun ilmumu,

selama pesanmu padaku bermakna :

Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasih dirimu sendiri,

dan Kasihilah Allah Tuhanmu dengan segenap akal budimu.”

aku akan menerima tanpa tanya tanya.

 

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | 1 Comment »

Penanggalan bukan untuk alam.

Written by Wim Kadaryono on November 23, 2009 – 9:15 pm -


Alam diciptakan adanya siang dan malam,

Manusia membuat catatan waktu dan penanggalan untuk keperluan hidupnya,

Alam semesta tidak membutuhkan penanggalan.

Alam semesta tetap, hanya sang penciptanya yang tahu kapan dia berhenti.

 

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | No Comments »

Untuk kita semua.

Written by Wim Kadaryono on December 22, 2008 – 10:58 am -

MUKJIJAT, DIPERUNTUKAN BAGI MANUSIA BUKAN UNTUK AGAMA TERTENTU.

 

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama, keyakinan | No Comments »

TUHAN,.. MANA YANG LEBIH PAS ?

Written by Wim Kadaryono on July 4, 2008 – 9:08 am -

TUHAN ,….  MENGAPA KAU KIRIM PENCOBAAN INI ?

TUHAN,..  LINDUNGI AKU DARI PENCOBAAN YANG SEDANG AKU ALAMI INI ?

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | 1 Comment »

SECUKUPNYA SAJA ,…

Written by Wim Kadaryono on May 4, 2008 – 11:04 pm -

Merasa nggak enak hati karena dapatnya sedikit yang biasanya banyak, …………….  merasa nggak enak pikiran karena kali ini nilainya nggak paling atas, ……………..  merasa kurang nyaman karena hanya duduk dikelas satu yang biasanya di VVIP……. merasa terhina karena nggak ada yang menyapa yang biasanya mendapat penuh sapaan,…..  merasa tersinggung karena tidak mendapat pelayanan yang biasanya mendapat pelayanan paling duluan…………  3 lauk pauk merasa kurang karena biasanya berlimpah ruah makanan.

……….  ingat doa kita ,…..  BAPA,.. BERILAH KAMI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA ……  setelah diberi … apakah kita masih merasa kurang ? 

Wim Kadaryono 


Tags: ,
Posted in Agama, cara pikir | No Comments »

Akan terlambatkah ?????

Written by Wim Kadaryono on April 28, 2008 – 7:32 am -

Seorang tokoh agama ,… mencermati gejala sosial berupa ”AJARAN” dan dia mengkuatirkan “AJARAN’ itu akan mengakibatkan kehidupan sosial yang buruk.

Untuk mengantisipasinya maka dia mengingatkan kembali hidup yang saling mengasihi ….. bahkan katanya doakanlah juga musuh musuhmu.

“POHON” akan dikatakan baik apabila “BUAH” nya baik. ….   Saat kita mengetahui buahnya beracun dan telah menjatuhkan  banyak korban,  sekalipun kita menebang pohon itu,…   sudah terlambat ,… katanya.

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | No Comments »

Berkat, Berkat ,…………. atau Berkat….

Written by Wim Kadaryono on April 13, 2008 – 10:01 am -

Hai Wim apa kabar ,…  aku jawab : Baiiik ,..   dan aku balik bertanya dalam Standart-Conversation ,.. : Anda bagaimana ?  Dijawab pula :   Puji Tuhan ,… Berkat NYA sedang melimpah ,…  sambil tersenyum lebar,… tanda bahagia dan bangga….        jawaban itu artinya “Dia sedang banyak duit” ……….

Dari catatan saya yang lain  ,…  , Seorang Nabi besar mengatakan kepada saudagar kaya yang saleh hidupnya :  JUALAH SEGALA HARTAMU DAN IKUTLAH AKU.

Sementara ini aku ber andai andai,… menganalisa,…  menyimpulkan : kata “BERKAT TUHAN”  tidak sebanding kalau hanya dinilai setingkat dengan UANG,….  dan sangatlah NAIF kalau mengenal TUHAN hanya untuk kepentingan duniawi.

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | 1 Comment »

Lebih bahagia memberi daripada menerima,…. rasa sayang adalah kuncinya.

Written by Wim Kadaryono on April 6, 2008 – 9:27 am -

Aku berbantah dengan dia, orang yang aku sayangi .  Ta’kala itu, hari minggu , aku ingin bepergian dengannya namun dia menolak dengan alasan CAPAI

Aku berpikir,..  “Ini hari Minggu yang sudah di nanti nanti ,..  sebaiknya aku terus MEMINTA dia memenuhi keinginanku atau aku MEMBERI dia dengan memenuhi keinginannya.”

Hatiku waktu itu sedang “PUTIH”  dan aku bisa merasakan lebih bahagia Memberi dari pada Menerima.

Wim Kadaryono

note :  rasa sayang adalah kuncinya


Tags:
Posted in Agama | 1 Comment »

Membagi kata kata dari Nabi ,…….

Written by Wim Kadaryono on April 5, 2008 – 8:24 am -

Sekitar permulaan Masehi, baca tulis masih terbatas, teknoligi komunikasi belum ada,…  sudah banyak manusia mempelajari Ajaran Nabi, kemudian mereka menulis di secarik kertas dan digulung kecil dibawa kemana mana, bermaksud agar mereka dipandang suci dan berusaha mengingat ajaran itu. ……….  ada seorang Nabi  dan mengumpat sifat manusia itu,…   yang penting PERBUATANMU kata nabi itu,…  BUKAN BANYAKNYA AYAT AYAT SUCI YANG KAU LEKATKAN PADA TUBUHMU.

Tahun berjalan , cerita berlanjut ,… sejarah terulang,…   sekarangpun ada manusia yang terbiasa mengirim ayat suci kepada temannya bahkan bukan temannya,   …   Maksudnya bermacam macam ….  tapi detail maksudnya ada didalam hati mereka masing masing.

Wim Kadaryono.


Tags:
Posted in Agama | No Comments »

Guru tidak bermaksud agar muridnya hanya menirukan perkataannya.

Written by Wim Kadaryono on March 31, 2008 – 2:23 pm -

Yang ini cerita fiktif ,…

Pagi pagi benar seorang Guru mendapati muridnya yang bernama ABCD mencuri ,… dan Guru itu berkata “JANGAN MENCURI” … simurid segera menirukan “JANGAN MENCURI”  ,…  sementara itu perbuatan mencurinya terus dilanjutkan ketika Gurunya berlalu tidak didepan matanya.

Si murid, ABCD,  merasa sudah bisa menirukan Gurunya tentang ajarannya dan si murid dapat berbicara seperti gurunya ,… maka iapun sering mengatakan kepada teman temannya dengan kata “JANGAN MENCURI”

Bukankah nama kita juga ABCD ?

Wim Kadaryono


Tags:
Posted in Agama | 1 Comment »