Banyak argumen yang tidak berbobot , bahkan ngawur tetapi hanya sedikit orang yang berani membantah karena penyampaiannya argumen itu disisipi kata “TUHAN”.

Contoh: kata kata “Ingat yaaa,. Nomor satu TUHAN, Nomor dua TUHAN, Nomor tiga TUHAN , teruuus sampaiiii ….. . pokoknya TUHAN”

Dipikir dengan logika , TUHAN koq di nomeri  ??? ? ?   ?

 

Pesan kata:

Jangan sungkan membantah “Omong Kosong” yang menggunakan nama TUHAN

 

kata gemez:  Wim Kadaryono