Ketika pujian menjadi benih kesombongan, dan ejekan menjadi benih kebencian, maka tawa menggambarkan kegembiraan dan tangis menggambarkan kesedihan.

Ketika pujian dan ejekan hanya menjadi sesuatu yang patut didengar, diketahui, dicerna, dimaknakan, maka tawa menjadi ungkapan terima kasih dan tangis mendampingi penyesalan diri untuk perbaikkan.

WIM KADARYONO.